Dalam 24 jam terakhir, tiga berita menyorot realitas “AI delivery”: software enterprise bergeser dari narasi ke monetisasi; otonomi bergerak dari pilot ke kepastian supply chain; dan embodied intelligence dipercepat lewat infrastruktur open-source.

1. Salesforce memulai PHK baru: <1.000 karyawan, terutama di marketing, product, dan data
Komentar:
Ini menyusul PHK besar awal 2025 (~4.000 customer support) ketika CEO menyatakan AI bisa mengerjakan “setengah beban kerja.” Namun AI masih sering gagal saat menangani kasus pelanggan yang kompleks.
PHK di marketing dan product mengisyaratkan pengetatan fungsi non-inti yang sempat membesar untuk mendukung narasi “AI serba bisa,” kembali ke inti CRM: customer success dan eksekusi penjualan.
Menariknya, Salesforce tetap agresif merekrut AI product sales—tanda pergeseran dari “menjual visi AI” ke “menjual fitur AI sebagai nilai yang bisa ditagih.”
Pertanyaan besarnya: mengapa data juga terkena? Bisa jadi konsolidasi data platform/governance ke lini produk inti, pengurangan overlap, atau strategi data yang makin tersentralisasi. Salesforce tampak kurang agresif dibanding 2025—apakah melambat, atau sedang menyiapkan langkah produk yang lebih sistematis?
2. Hyundai akan memasok 50.000 IONIQ 5 otonom ke Waymo hingga 2028; kontrak ~US$2,5B, ~US$50.000 per unit
Komentar:
Waymo sedang mendorong otonomi dari “validasi teknologi” ke “pasokan armada yang bisa diskalakan,” dan Hyundai mengunci jalur produksi massal untuk Robotaxi.
Bagi Hyundai, ini sinyal perubahan peran: dari OEM menjadi pemasok infrastruktur hardware untuk platform mobilitas otonom. Produksi di pabrik HMGMA baru di Georgia memperkuat ketahanan supply chain dan berpotensi mendapat keuntungan dari insentif manufaktur EV domestik AS, menekan biaya dan risiko kebijakan.
Untuk Waymo, tantangan ekspansi adalah supply chain dan kompleksitas operasi. Mengunci 50K kendaraan menaikkan kepastian delivery—ini terasa seperti langkah simbolik dari lab ke jalan raya pada skala industri.
3. Alibaba DAMO merilis RynnBrain (embodied “brain” foundation) dan meng-open-source tujuh model termasuk 30B MoE
Komentar:
RynnBrain diposisikan bukan sebagai satu LLM, melainkan framework modular: RynnVLA-001-7B (Vision-Language-Action), RynnEC (video multimodal world understanding untuk embodied cognition), dan RynnRCP (robot context protocol yang membawa ide MCP ke robotics).
Ini lebih seperti “base layer” open-source untuk memori spatio-temporal, spatial reasoning, dan eksekusi aksi yang lebih human-like, bukan sekadar rilis model tunggal.
Full open-source adalah taruhan ekosistem. Setelah momentum Qwen, Alibaba tampak mengulang pola yang sama: open models → komunitas → difusi aplikasi → leverage strategis.
Peristiwa AI terpenting 72 jam terakhir: